Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memvonis PT Astra Honda Motor dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing bersalah

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memvonis PT Astra Honda Motor dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing bersalah karena melakukan kartel. Yamaha dijatuhi denda Rp 25 miliar, dan Honda Rp 22,5 miliar.

Menurut KPPU, dengan asumsi biaya produksi kisaran Rp 8-9 juta per unit, harga motor matic seharusnya dijual seharga kisaran Rp 12 juta per unit. Namun pada kenyataannya, kedua produsen itu menjualnya mulai dari Rp 14 juta per unit, bahkan ada yang menjualnya Rp 16 juta per unit.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata, menjelaskan harga motor matic di Indonesia juga disumbang oleh pajak yang ada di Indonesia, kontribusinya bahkan paling sedikit 42% dari harga yang dibayarkan konsumen.
foto:astra.co.id


"Biaya produksi kan kumpulan dari proses produksi dari listrik, SDM, barang-barang penunjang, dan lainnya. Anggaplah itu semua faktor X yang harganya 100," kata Gunadi dalam diskusi 'Benarkah Yamaha dan Honda Melakukan Kartel' di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Rabu (1/3/2017).

"Nah di luar X ini yang harganya 100, ada pajak yang harus dibebankan ke konsumen, paling sedikit pajak yang macam-macam itu 42% dari harga. Jenis pajak sepeda motor ini kan salah satu yang paling jelas, istilahnya sampai dapat pelat motor pun harus bayar pajak," tambahnya.

Baca juga: KPPU: Harga Wajar Motor Matic Rp 12 Juta/Unit, Tapi Dijual Rp 15 Juta/Unit

Beban lainnya yang dimasukkan ke harga adalah biaya promosi dan margin untuk dealer. Hal inilah yang jadi dasar produsen menetapkan harga motor matic pada konsumen di Indonesia.

"Para dealer kan harus ada margin. Harus diberikan keuntungan yang cukup untuk kelola supaya stafnya bisa melakukan pemasaran dengan baik. Semua komponen itu dimasukkan termasuk pajak," ungkap Gunadi.

Menurut dia, dengan asumsi biaya produksi motor skutik sebesar Rp 9 juta per unit, harga kisaran Rp 14 juta per unit adalah harga yang wajar. Harga tersebut, kata Gunadi, sudah terbilang cukup murah dibandingkan dengan negara lain sesama ASEAN.

"Urutannya begitu, biaya produksi Rp 9 juta, ujungnya jadi Rp 14 juta per unit. Itu yang harus dijaga. Di ASEAN kita yang paling kompetitif. Filipina itu selalu lebih mahal 1,3 sampai 1,4 kali dari kita. Jadi misalnya di Indonesia harganya Rp 1.000, di Filipina Rp 1.400. Harga di Malaysia dan Thailand itu ada di antara harga Filipina dan Indonesia. Makanya kita ekspor tidak hanya ke negara maju, tapi juga ke negara-negara ASEAN, karena harga kita kompetitif," pungkasnya

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3435739/harga-motor-matic-mulai-dari-rp-14-jutaunit-mahalkah?_ga=2.216067792.774050936.1494061685-1650519899.1489043468

Komentar

Pos populer dari blog ini

Wenger ingin mempertahankan Alexis Sanchez

Komitmen Presiden Joko Widodo terhadap sektor pariwisata makin mengkristal kuat